Badan Pemadam Kebakaran Nasional pada Rabu (17/12) mengumumkan bahwa mereka akan mengoperasikan unit respons khusus selama kebakaran hutan berskala besar dan meningkatkan sistem prediksi berbasis kecerdasan buatan untuk menangani bencana yang dipicu oleh perubahan iklim.
Dalam briefing kepada presiden, badan tersebut menyatakan akan mengaktifkan pusat komando khusus bencana secara dini dan segera mendeklarasikan tim khusus saat kebakaran hutan besar meletus.
Badan tersebut juga berencana mempercepat perintah mobilisasi pemadam kebakaran nasional dan operasi helikopter pemadam kebakaran di seluruh negeri untuk memastikan respons awal yang lebih cepat.
Mereka akan terus meningkatkan sistem prediksi kebakaran menggunakan kecerdasan buatan dan big data, serta menunjuk fasilitas seperti pusat data untuk manajemen keamanan.
Untuk mendukung petugas pemadam kebakaran, badan tersebut akan menyediakan lebih dari dua kali lipat jumlah konselor kesehatan mental dan memperkuat manajemen kesehatan melalui Rumah Sakit Kebakaran Nasional, yang akan mulai beroperasi penuh tahun depan.
Pengeluaran untuk penelitian dan pengembangan akan meningkat sebesar 65 persen menjadi 50,3 miliar won, dengan dana dialokasikan untuk pengembangan robot pemadam kebakaran tanpa awak dan drone respons gedung tinggi untuk digunakan di lokasi berisiko tinggi.