Rusia membantah laporan mengenai adanya pembicaraan tertutup dengan Korea Selatan terkait program nuklir Korea Utara di Moskow.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova mengatakan dalam pernyataan pada Minggu (21/12) bahwa pihak-pihak yang menentang kerja sama Rusia–Korea Utara tengah melakukan upaya sia-sia untuk memecah kemitraan strategis komprehensif kedua negara serta menumbuhkan ketidakpercayaan antara aliansi dan masyarakat mereka.
Pernyataan tersebut muncul setelah media Korea Selatan mengutip sumber diplomatik yang menyebut bahwa Korea Selatan dan Rusia baru-baru ini menggelar pembicaraan tertutup di Moskow untuk membahas isu-isu terkait Korea Utara, termasuk program nuklirnya.
Menurut sumber tersebut, seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Korea Selatan yang menangani urusan nuklir Korea Utara baru-baru ini melakukan kunjungan mendadak ke Moskow untuk bertemu dengan Utusan Khusus Kementerian Luar Negeri Rusia untuk Isu Nuklir Korea Utara, Oleg Burmistrov.
Zakharova mengatakan Rusia tidak mengadakan konsultasi apa pun dengan Korea Selatan dan tidak membahas isu yang memengaruhi hubungan antar-Korea, khususnya isu nuklir Korea Utara, yang menurutnya tidak ada bagi Rusia.
Ia menambahkan bahwa laporan tersebut tidak benar dan tidak berdasar fakta, seraya menegaskan bahwa posisi Rusia terkait kerja sama dengan Korea Utara tetap konsisten dan berprinsip, bebas dari pertimbangan politik, serta Moskow tidak akan melupakan dukungan Korea Utara terhadap operasi Rusia di Ukraina.