Kementerian Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata mengumumkan hasil survei mengenai persepsi masyarakat Korea Selatan tahun 2025 pada hari Selasa (23/12).
Menurut hasil survei tersebut, 31,9% responden memilih pertumbuhan demokrasi sebagai citra masa depan Korea Selatan, serta 28,2% responden memilih kekayaan dari segi ekonomi. Kekayaan dari segi ekonomi untuk pertama kalinya turun ke peringkat kedua, sejak survei ini dimulai pada tahun 1996.
Mengenai level demokrasi Korea Selatan, 46,6% responden menyatakan cukup tinggi, namun 21,8% responden mengeluarkan jawaban yang berbeda.
60,5% responden menyatakan mereka masuk kategori berpendapatan rendah. Angka ini meningkat 18,1% dibandingkan tahun 2022.
Berdasarkan kategori kebahagiaan, 51,9% responden merasa bahagia, lebih rendah dari 3 tahun lalu. Kepuasan terhadap kehidupan juga turun ke 52,9% dari sebelumnya 63,1%.
Sehubungan dengan konflik dalam masyarakat, 82,7% responden menjawab konflik antara kalangan konservatif dan progresif sangatlah besar, dan disusul konflik antara perusahaan dan pekerja, konflik antara kalangan kaya dan miskin, dan lainnya.
23,2% responden berpendapat bahwa kesenjangan antara kalangan kaya dan miskin harus cepat diselesaikan.
Di sisi teknologi, 55,2% responden menggunakan layanan AI. Pekerja berekspektasi penggunaan AI bisa mengurangi waktu kerja. 50,9% responden menuntut perpanjangan waktu pensiun.
Sehubungan dengan survei terkait kehidupan kalangan muda yang dilaksanakan untuk pertama kali dalam tahun ini, 66,3% kalangan muda memiliki waktu untuk hobi atau aktivitas yang mereka inginkan. 66,5% kalangan muda menjawab keluarga memberikan bantuan ketika mereka mengalami kesulitan.
Diantara Warga Negara Asing (WNA) yang tinggal di Korea Selatan selama lebih 2 tahun, 55,9% merasa bahagia, dan 56,1% merasa puas pada kehidupan mereka. Sementara, 43,7% WNA pernah mendapatkan diskriminasi akibat negara asal mereka.
Survei kali ini dilaksanakan mulai tanggal 15 Agustus hingga 2 Oktober lalu kepada 6.180 orang masyarakat Korea Selatan dan 1.020 orang WNA melalui kunjungan langsung ke rumah atau wawancara dengan telepon.