Satu dari lima orang siswa SD, SMP dan SMA di Seoul menilai bahwa kekerasan di sekolah dan kejahatan remaja merupakan masalah yang serius.
Kepolisian Metropolitan Seoul merilis hasil survei yang dilakukan dari bulan Juli hingga Oktober terhadap sekitar 67.000 siswa di Seoul.
Hasilnya menunjukkan bahwa 17,9% responden menjawab bahwa kekerasan di sekolah dan kejahatan remaja berada dalam kondisi serius.
Berdasarkan jenjang sekolah, siswa SMP mencatat tingkat perundungan tertinggi dengan 20%, diikuti siswa SD 17%, dan siswa SMA 11%.
Jenis kekerasan yang paling banyak dilaporkan adalah kekerasan verbal (30%), diikuti perundungan kelompok (19%), kekerasan fisik (19%), dan kekerasan seksual (12%).
Selain itu, persentase responden yang menjawab tentang jenis kriminalitas remaja baru seperti narkoba, judi daring, dan penipuan juga tercatat cukup tinggi.
Sebagai tempat yang paling rentan terhadap kekerasan di sekolah, terpilih ruang kelas sementara faktor terbesar yang membuat remaja terpapar kriminalitas adalah pengaruh teman sebaya kemudian diikuti oleh pengaruh media sosial dan rasa ingin tahu.
Pihak kepolisian menjelaskan bahwa berdasarkan hasil survei tersebut, mereka mengumpulkan data terkait dan melaksanakan kegiatan pencegahan yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing kelompok.