Kantor Kepresidenan Korea Selatan pada Kamis (25/12) mengadakan rapat darurat tingkat menteri untuk membahas langkah-langkah penanganan terkait kebocoran data pribadi berskala besar di perusahaan Coupang.
Rapat itu dihadiri oleh Menteri Sains dan Teknologi Informasi dan Komunikasi, Ketua Komisi Perlindungan Data Pribadi, Ketua Komisi Penyiaran dan Media, Ketua Komisi Perdagangan Adil, serta pejabat dari lembaga investigasi seperti Kepolisian.
Selain itu, Menteri Luar Negeri dan pejabat dari Dewan Keamanan Nasional juga turut hadir dalam rapat tersebut.
Kehadiran jajaran diplomatik itu dinilai bertujuan untuk meninjau kecurigaan lobi yang dilakukan Coupang terhadap tokoh politik dan pemerintahan Amerika Serikat yang mencuat baru-baru ini.
Di tengah munculnya pandangan bahwa isu itu berpotensi dikaitkan dengan masalah perdagangan antara Korea Selatan dan AS, pemerintah bermaksud untuk berbagi informasi mengenai sikap resmi otoritas AS dan memperkuat koordinasi antar-kementerian dalam menangani kasus Coupang tersebut.