Tingkat kepuasan masyarakat Korea Selatan terhadap pemanfaatan waktu luang mencapai level tertinggi sejak 2016, yaitu enam dari sepuluh warga menyatakan puas terhadap kegiatan dalam waktu luang mereka.
Menurut hasil Survei Aktivitas Waktu Luang Nasional 2025 yang dirilis Jumat (26/12) oleh Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan bersama Korea Culture and Tourism Institute (KCTI), sebanyak 64 persen responden menjawab “sangat puas”, “puas”, atau “cukup puas”.
Angka tersebut naik 2,4 persen dibandingkan tahun lalu dan menandai level tertinggi sejak survei pertama dilakukan pada 2016.
Tingkat kepuasan terhadap kehidupan waktu luang tercatat sebesar 56,4 persen pada 2019, kemudian menurun secara bertahap akibat pandemi COVID-19 hingga mencapai 49,7 persen pada 2021, sebelum kembali meningkat setiap tahun sejak saat itu.
Kenaikan kepuasan waktu luang dinilai disebabkan oleh peningkatan kualitas, bukan kuantitas. Rata-rata jumlah jenis aktivitas waktu luang yang diikuti setidaknya satu kali per orang memang menurun, namun proporsi aktivitas yang dilakukan secara berkelanjutan justru meningkat.
Selain itu, rata-rata waktu luang bulanan bertambah dari 3,7 jam menjadi 3,8 jam. Selain itu, aktivitas yang melibatkan fisik dan kegiatan seni budaya juga turut berkontribusi.
Survei menunjukkan bahwa sebanyak 56,6 persen responden menjawab menikmati waktu luang sendirian, naik 1,7 persen dibandingkan tahun lalu.
Tujuan utama aktivitas waktu luang adalah kesenangan pribadi dengan persentase tertinggi sebesar 39,8 persen, sementara 23,5 persen responden menyebut ketenangan batin dan istirahat.