Tahun lalu, total belanja penelitian dan pengembangan (R&D) di Korea Selatan yang mencakup sektor swasta, termasuk investor asing, serta pemerintah tercatat sebesar 131 triliun 462 miliar won.
Meski anggaran R&D pemerintah dipangkas, belanja R&D sektor swasta melonjak tajam hingga untuk pertama kalinya melampaui 100 triliun won, sehingga porsi belanja penelitian dan pengembangan terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai 5,13 persen dan untuk pertama kalinya menembus angka 5 persen.
Kementerian Sains dan TIK Korea Selatan pada Jumat (26/12) merilis hasil Survei Aktivitas Penelitian dan Pengembangan 2024.
Menurut hasil survei tersebut, total belanja penelitian dan pengembangan Korea Selatan tahun lalu meningkat sebesar 11 triliun 9.722 miliar won dibandingkan tahun sebelumnya.
Porsinya terhadap produk domestik bruto (PDB) juga naik 0,19 poin persentase dari 4,94 persen pada 2023, mempertahankan posisi kedua tertinggi di dunia setelah Israel yang mencatat 6,35 persen.
Jumlah total peneliti di Korea Selatan tercatat sebanyak 615.063 orang pada tahun lalu, naik 11.497 orang dibandingkan tahun sebelumnya, dengan peneliti perempuan berjumlah 148.922 orang.
Sementara itu, jumlah peneliti penuh waktu tercatat 503.346 orang, naik 13.009 orang dari tahun sebelumnya, menempatkan Korea Selatan di peringkat keempat dunia setelah China, Amerika Serikat, dan Jepang.