Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama
Go Top

Domestik

Coupang dan Intelijen Korsel Saling Tuding terkait Skandal Kebocoran Data Pribadi Konsumen

Write: 2025-12-31 10:21:56Update: 2025-12-31 10:29:12

Coupang dan Intelijen Korsel Saling Tuding terkait Skandal Kebocoran Data Pribadi Konsumen

Photo : YONHAP News

Konflik terbuka pecah antara raksasa e-commerce, Coupang dan Badan Intelijen Nasional (NIS) Korea Selatan terkait skandal kebocoran data besar-besaran di China. 

CEO Interim Coupang, Harold Rogers mengklaim bahwa perusahaannya menghubungi seorang tersangka dalam kasus tersebut atas instruksi langsung dari NIS, sebuah pernyataan yang dibantah keras oleh lembaga intelijen tersebut.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Rogers dalam sidang dengar pendapat gabungan parlemen yang dipimpin oleh Partai Demokrat Korea (DP) pada Selasa (30/12). 

Menjawab pertanyaan dari Anggota Parlemen, Hwang Jung-a, Rogers menyebut bahwa Coupang sebenarnya tidak ingin menghubungi tersangka, namun terus-menerus diminta oleh pihak NIS. Ia bahkan menyatakan siap mengungkap nama pejabat NIS yang terlibat jika memang diperlukan.

Namun, NIS langsung merilis bantahan tegas. Lembaga tersebut menyatakan tidak pernah mengeluarkan instruksi, perintah, maupun persetujuan apa pun selain meminta dokumen atau materi terkait kasus tersebut dari pihak Coupang. NIS juga menepis klaim yang menyebut mereka memberikan otoritas untuk menyalin data dari perangkat milik tersangka.

Menyikapi hal ini, NIS menyebut pernyataan Rogers sebagai pernyataan palsu yang merusak kredibilitas institusi negara. Menilai masalah ini sebagai pelanggaran serius, NIS secara resmi telah meminta Majelis Nasional untuk mengajukan tuntutan sumpah palsu terhadap petinggi Coupang tersebut

Pilihan Editor

Close

Situs kami menggunakan cookie dan teknologi lainnya untuk memberikan Anda layanan yang lebih baik. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan teknologi ini dan kebijakan kami. Detail >