Presiden Lee Jae Myung menjabarkan agenda untuk tahun 2026 dengan menyerukan kemajuan besar dalam politik, ekonomi, dan diplomasi.
Dalam pidato Tahun Baru, Lee mengatakan pemerintahannya bertujuan untuk menjadikan Tahun Kuda Merah sebagai 'lompatan besar', yang membawa Korea Selatan melaju sekuat kuda merah, menjanjikan kemajuan pesat dalam politik, ekonomi, isu sosial, budaya, diplomasi, keamanan nasional.
Optimisme stabilisasi di bidang politik dan pemulihan ekonomi disampaikan karena Pemerintahan Lee Jae Myung diawali setelah pemecatan mantan Presiden Yoon Suk Yeol yang gagal untuk melakukan darurat militer pada akhir tahun 2024.
Lee mengatakan kepercayaan konsumen telah pulih, ekspor mencapai lebih dari 700 miliar dolar, dan indeks acuan KOSPI melewati angka empat ribu poin untuk pertama kalinya.
Ia juga menyoroti kesepakatan untuk mengamankan 260 ribu chip canggih dari perusahaan AS Nvidia untuk mendukung dorongan pemerintah terhadap kecerdasan buatan.
Mengenai diplomasi, Lee mengatakan Korea Selatan telah kembali ke panggung global, menyelesaikan kesepakatan perdagangan dengan Amerika Serikat dan mendapatkan persetujuan untuk kapal selam bertenaga nuklir dan bahan bakar nuklir canggih.
Lee mengakui bahwa manfaat dari pertumbuhan negara baru-baru ini sebagian besar dinikmati oleh konglomerat besar.
Ia berjanji untuk memastikan bahwa manfaat tersebut dibagikan secara lebih luas di semua elemen masyarakat. Salah satu caranya adalah usulan pembangunan di daerah supaya pertumbuhan nasional lebih seimbang.
Ia menguraikan kerangka kerja di mana wilayah metropolitan Seoul adalah pusat ekonomi, wilayah tengah adalah pusat administrasi, dan wilayah selatan adalah basis maritim.
Lee mengatakan wilayah yang lebih jauh dari Seoul akan menerima dukungan pemerintah yang lebih kuat.
Ia juga menyoroti Dana Pertumbuhan Nasional, yang bertujuan untuk menarik investasi publik dan swasta sebesar 150 triliun won, hampir 104 miliar dolar AS, selama lima tahun ke depan.
Dana tersebut akan fokus pada industri masa depan seperti kecerdasan buatan, semikonduktor, dan energi terbarukan.
Mengenai keamanan, Lee menegaskan kembali komitmennya untuk meredakan ketegangan dengan Korea Utara dan mendukung upaya AS untuk memulai kembali dialog dengan Pyongyang.
Ia mengatakan perdamaian di Semenanjung Korea sangat penting untuk pertumbuhan berkelanjutan, perdamaian yang stabil mengarah pada pertumbuhan dan kemakmuran yang stabil.