Presiden Lee Jae Myung berencana membahas perdamaian kawasan serta upaya penyelesaian isu kesejahteraan rakyat saat bertemu dengan Presiden China Xi Jinping pada Senin (05/01).
Penasihat Keamanan Nasional Wi Sung-lac mengatakan pertemuan rencananya akan berlangsung di China dimulai pada 4-7 Januari. Kedua pemimpin diperkirakan akan membahas upaya mencapai perdamaian dan denuklirisasi di Semenanjung Korea.
Selain itu, lebih dari 10 nota kesepahaman (MOU) juga akan ditandatangani oleh kedua pemimpin untuk memperluas kerja sama bilateral.
Kedua negara memiliki tujuan yang sama yaitu untuk mewujudkan perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea dan Asia Timur Laut.
Wi juga mengatakan bahwa pemerintah berniat memperkuat komunikasi strategis antara kedua pihak, serta akan meminta Beijing memainkan peran konstruktif agar membuka terobosan dalam penyelesaian isu Semenanjung Korea.
Pemerintah Seoul juga akan mendorong kemajuan pembahasan mengenai pembatasan China terhadap konten budaya Korea Selatan, serta isu struktur bangunan China yang dipasang di Laut Kuning, wilayah yang tumpang tindih dengan zona ekonomi eksklusif kedua negara.
Terkait permintaan Beijing agar Seoul mematuhi kebijakan “Satu China” yang disampaikan dalam percakapan telepon para menteri luar negeri kedua negara pada Rabu (31/12), Penasihat Keamanan Nasional Wi Sung-lac mengatakan bahwa pemerintah menghormati kebijakan tersebut dan akan menanggapinya secara sesuai.
Selama kunjungan kenegaraannya ke China, Presiden Lee Jae Myung juga dijadwalkan menjalani sejumlah agenda ekonomi, termasuk menghadiri Forum Bisnis Korea Selatan-China pada 5 Januari untuk bertemu dengan para pengusaha.
Pada 6 Januari, ia dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri China Li Qiang dan juga akan mengadakan pertemuan dengan Ketua Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional China, Zhao Leji.
Sementara itu, pada 7 Januari, Presiden Lee berencana mengunjungi Gedung Pemerintahan Sementara Korea di Shanghai untuk memperingati 100 tahun berdirinya Gedung Pemerintahan Sementara tersebut.