Photo : KCNA / Yonhap News
Korea Utara menyatakan telah melakukan latihan peluncuran rudal hipersonik pada Minggu (04/01).
Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) milik Korea Utara melaporkan pada Senin (05/01) bahwa rudal-rudal yang diluncurkan dari Distrik Ryokpho di Pyongyang ke arah timur laut tersebut berhasil mengenai target yang ditentukan sejauh seribu kilometer di Laut Timur.
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un dilaporkan memantau langsung latihan tersebut dan menyatakan bahwa mendemonstrasikan kesiapan serta daya hancur kemampuan serangan strategis kepada musuh secara berulang adalah cara yang penting dan efektif untuk menjalankan pencegahan perang.
Pemimpin Kim menambahkan bahwa aktivitas semacam itu bertujuan untuk meningkatkan pencegahan perang nuklir secara bertahap, sembari mencatat bahwa "krisis geopolitik baru-baru ini dan peristiwa internasional yang rumit" semakin mempertegas kebutuhan tersebut.
Meskipun KCNA tidak merinci apa yang dimaksud dengan peristiwa internasional tersebut, pernyataan itu dipandang merujuk pada serangan militer Amerika Serikat (AS) baru-baru ini terhadap Venezuela dan penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.
Menurut laporan KCNA, latihan ini dimaksudkan untuk menilai kesiapan sistem senjata hipersonik, meningkatkan kemahiran prajurit dalam penembakan rudal, serta mengevaluasi keberlanjutan dan efektivitas kemampuan pertahanan Korea Utara.