Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung dan Presiden China Xi Jinping membahas penguatan kerja sama bilateral serta upaya untuk mewujudkan perdamaian di Semenanjung Korea dalam pertemuan puncak yang digelar di Beijing pada hari Senin (05/01).
Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu setengah jam tersebut, kedua pemimpin menegaskan pentingnya memperkuat hubungan kerja sama antara Korea Selatan dan China.
Dalam pernyataan pembukaan, Presiden Lee mengatakan bahwa pertemuan kali ini merupakan kesempatan penting untuk menjadikan tahun 2026 sebagai awal pemulihan penuh hubungan Seoul-Beijing. Ia juga menyampaikan harapannya agar kedua negara dapat membuka babak baru hubungan bilateral sejalan dengan perubahan zaman.
Presiden Xi Jinping menegaskan bahwa China bersama dengan Korea Selatan harus menjaga arah hubungan persahabatan dan memastikan kemitraan kerja sama kedua negara berkembang secara sehat dan stabil.
Kedua pemimpin juga membahas isu keamanan, termasuk upaya menciptakan perdamaian di Semenanjung Korea.
Presiden Lee menyatakan bahwa Seoul dan Beijing akan bersama-sama mencari langkah-langkah realistis untuk mewujudkan perdamaian di kawasan tersebut.
Sementara itu, Presiden Xi mengatakan bahwa kedua negara perlu memberikan energi positif untuk mendorong perdamaian, tidak hanya di kawasan tetapi juga di tingkat global. Ia menambahkan bahwa Korea Selatan dan China harus berdiri di sisi yang benar dalam sejarah dan membuat pilihan strategis yang tepat.
Setelah usai pertemuan puncak kali ini, kedua negara menggelar upacara penandatanganan 15 nota kesepahaman (MOU) guna memperluas dan memperkuat pertukaran bilateral.