Cadangan devisa Korea Selatan menyusut untuk pertama kalinya dalam tujuh bulan terakhir pada Desember lalu.
Langkah ini diambil seiring upaya pemerintah dalam menstabilkan volatilitas yang terjadi di pasar valuta asing. Berdasarkan laporan Bank Sentral Korea (BOK) pada Selasa (06/01), cadangan mata uang asing Korea Selatan bertengger di angka 428,05 miliar dolar AS pada akhir Desember, turun sebesar 2,6 miliar dolar AS dibandingkan bulan sebelumnya.
Penurunan ini merupakan kontraksi pertama yang tercatat sejak Mei tahun lalu. BOK menyatakan bahwa berbagai langkah untuk meredam fluktuasi di pasar valas menjadi kontributor utama penurunan cadangan tersebut.
Pada Desember tahun lalu, BOK memperpanjang perjanjian swap valuta asing dengan Layanan Pensiun Nasional (NPS) selama satu tahun dan mengeksekusi transaksi swap dengan menyediakan dolar AS sebagai imbalan mata uang won Korea.
Meski demikian, pihak BOK tidak mengungkapkan secara terperinci jumlah cadangan devisa yang telah digelontorkan untuk langkah-langkah mitigasi volatilitas tersebut, termasuk untuk kebutuhan swap valas. Terlepas dari penurunan ini, posisi cadangan devisa Korea Selatan masih tercatat sebagai yang terbesar kesembilan di dunia per akhir November lalu.