Korea Selatan mencatatkan tahun terpanas kedua sepanjang sejarah pada tahun 2025, yang juga diiringi dengan peningkatan fenomena hujan ekstrem hingga melampaui 100 milimeter per jam.
Berdasarkan laporan iklim tahunan yang dirilis oleh Badan Meteorologi Korea (KMA) pada Selasa (06/01), suhu rata-rata nasional tahun lalu berada di angka 13,7 derajat Celsius.
Angka tersebut merupakan suhu tertinggi kedua yang pernah tercatat, menyusul rekor tertinggi sepanjang masa sebesar 14,5 derajat Celsius yang terjadi pada 2024.
Sejak Juni hingga Oktober 2025, suhu rata-rata bulanan menempati peringkat pertama atau kedua dalam catatan sejarah selama lima bulan berturut-turut. Hal ini menunjukkan adanya cuaca panas yang tidak biasa dan terus bertahan sepanjang musim panas hingga musim gugur.
Musim panas tahun lalu juga mencatatkan gelombang panas pertama di Daegwallyeong, Provinsi Gangwon-do, sejak pengukuran dimulai pada tahun 1971.
Sementara itu, Seoul mencatatkan rekor 46 malam tropis (suhu panas berkelanjutan di malam hari). Meskipun durasi musim kemarau tergolong singkat, hujan lebat mengguyur wilayah Korsel antara pertengahan Juli hingga September, di mana 15 lokasi di seluruh negeri melaporkan curah hujan per jam yang melebihi 100 milimeter.