Harian China, Global Times melaporkan bahwa Korea Selatan dan China berdiri di titik yang baru untuk bekerja sama setelah Konferensi Tingkat Tinggi antara Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung dan Presiden China Xi Jinping.
Menurut Global Times, perbaikan hubungan antara Korea Selatan dan China sangat dibutuhkan untuk menghadapi keputusan sepihak atau unilateralisme dan proteksionisme di tengah kemerosotan ekonomi global.
Pendampingan delegasi ekonomi Korea Selatan yang berskala besar menunjukan pilihan penting bagi Korea Selatan dalam pengembangan hubungan dua negara di masa depan.
Sementara media harian Jepang, Yomiuri Shimbun berfokus pada komentar Xi Jinping mengenai sejarah masa lalu bahwa Korea dan China meraih kemenangan dari militer Jepang melalui pengorbanan besar pada 80 tahun lalu.
Menurut Yomiuri, undangan Presiden Lee ke China oleh Xi Jinping dalam dua bulan setelah kunjungan Xi ke Korea Selatan pada awal bulan November lalu terasa sangat luar biasa. Pertemuan lebih awal antara Korea Selatan dan China ditafsirkan sebagai keinginan China untuk mendorong pemecahan antara Korea Selatan, Amerika Serikat dan Jepang.
Harian Mainichi juga melaporkan bahwa China berniat untuk menarik Korea Selatan ke pihak China dalam masalah Taiwan dengan melemahkan kerja sama antara Korea Selatan, AS dan Jepang.
Sementara, harian Nihon Keizai Shimbun menilai bahwa Presiden Lee berupaya untuk mempertahankan sikap netral dalam masalah sejarah sambil meningkatkan kerja sama ekonomi dengan China.