Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung menekankan bahwa elemen terpenting dalam hubungan antara Korea Selatan dan China adalah itikat baik antara rakyat kedua negara. Beliau juga menegaskan pentingnya meminimalkan kesalahpahaman guna meningkatkan sentimen persahabatan bilateral.
Hal tersebut disampaikan Presiden Lee dalam jamuan makan malam yang dipandu oleh Sekretaris Partai Komunis China (PKC) Shanghai, Chen Jining di Shanghai, China pada Selasa (06/01). Dalam pidatonya, Presiden Lee menyatakan bahwa sumber gesekan harus dikurangi, sementara faktor-faktor yang saling menguntungkan harus dimaksimalkan agar kedua pihak dapat melangkah maju sebagai tetangga yang baik.
Presiden Lee mencatat bahwa kesalahpahaman yang tidak berdasar dan persepsi yang menyimpang selama ini telah memperburuk sentimen publik di kedua negara, sehingga menghambat perkembangan hubungan bilateral. Oleh karena itu, beliau menyerukan adanya upaya bersama untuk mengatasi sentimen anti-Korea maupun anti-China. Beliau meyakini bahwa kunjungannya akan membantu meningkatkan hubungan kedua negara serta menjadi peluang untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang masih mengganjal.
Selain membahas kerja sama di bidang sipil, budaya, ekonomi, militer, dan keamanan, Presiden Lee juga menyoroti signifikansi sejarah Shanghai sebagai basis gerakan kemerdekaan Korea. Beliau menyampaikan terima kasih kepada otoritas setempat karena telah melestarikan situs-situs bersejarah terkait, termasuk kantor Pemerintah Sementara Republik Korea.
Terakhir, Presiden Lee menyinggung masalah debu halus yang telah lama menjadi persoalan pelik di Korea Selatan, bahkan sempat menjadi isu politik. Namun, beliau mencatat bahwa kondisi tersebut telah membaik secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Beliau mengapresiasi peran Wali Kota Shanghai dalam perbaikan kualitas udara tersebut dan menyampaikan rasa terima kasihnya secara langsung.