Ketua Partai Kekuatan Rakyat (PPP), Jang Dong-hyeok menyampaikan permohonan maaf resmi atas deklarasi darurat militer yang dilakukan oleh Mantan Presiden Korea Selatan, Yoon Suk Yeol pada tahun 2024. Ia menyatakan memikul rasa tanggung jawab yang berat dan menyampaikan penyesalan terdalamnya kepada seluruh masyarakat.
Dalam konferensi pers yang digelar di markas besar partai di Seoul pada Rabu (07/01), Jang menegaskan bahwa deklarasi pada 3 Desember 2024 tersebut merupakan langkah yang tidak tepat dan keliru, serta tidak relevan dengan situasi yang terjadi pada saat itu.
Jang mengungkapkan bahwa pada malam deklarasi tersebut, sebanyak 18 anggota parlemen dari fraksi PPP, termasuk dirinya, ikut serta dalam pemungutan suara di parlemen untuk membatalkan kebijakan tersebut. Setelah itu, seluruh anggota legislatif partai tersebut secara kolektif mendesak Mantan Presiden Yoon untuk segera mencabut aturan darurat itu.
Menurutnya, deklarasi tersebut telah menyebabkan kekacauan besar serta ketidaknyamanan bagi publik, sekaligus melukai para anggota partai yang telah bekerja keras untuk menjaga tatanan konstitusional demokrasi liberal. Ia mengakui bahwa PPP, sebagai partai penguasa pada saat itu, gagal menjalankan perannya sebagai pilar utama tata kelola negara dan berjanji bahwa kesalahan semacam itu tidak akan terulang lagi.
Pernyataan ini ditafsirkan sebagai sinyal tidak langsung mengenai ambisi Jang untuk menjauhkan partai dari sosok Mantan Presiden Yoon, sebuah langkah yang telah lama dituntut oleh pihak internal maupun eksternal partai. Selain itu, Jang menyatakan bakal bekerja untuk mendefinisikan ulang nilai-nilai dan arah partai, termasuk mengupayakan perubahan nama partai setelah berkonsultasi dengan seluruh anggota.