Presiden Lee Jae Myung kembali ke Korea Selatan setelah berkunjung ke China selama empat hari.
Presiden Lee tiba di Pangkalan Udara Seoul di Seongnam, pada Rabu (07/01) malam, setelah menyelesaikan kunjungan kenegaraan pertama ke China oleh seorang presiden Korea Selatan dalam lebih dari delapan tahun.
Kunjungan tersebut dianggap telah membuka jalan bagi pemulihan penuh hubungan bilateral dengan meningkatkan komunikasi antara pemimpin kedua negara.
Selama kunjungan, Lee mengadakan pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing setelah pertemuan terakhir dilakukan dua bulan lalu. Kedua pemimpin sepakat bahwa perdamaian di Semenanjung Korea dan pemulihan dialog dengan Korea Utara sangat penting.
Mereka juga sepakat untuk secara bertahap mempromosikan pertukaran budaya mulai dari bidang-bidang yang dapat diterima bersama, sambil membahas masalah struktur China di perairan tumpang tindih Laut Kuning dan memutuskan untuk mengadakan pembicaraan tingkat wakil menteri untuk menetapkan batas maritim.
Pada Selasa (06/01), Lee bertemu dengan pejabat tinggi China seperti Perdana Menteri China Li Qiang, Ketua Legislatif China Zhao Leji, serta Chen Jining, Sekretaris Partai Komunis China di Shanghai.
Lee menekankan pentingnya membangun sentimen publik yang positif antara Korea Selatan dan China. Kunjungan tersebut menghasilkan kemajuan lebih dari yang diharapkan dan membantu mengidentifikasi cara untuk menyelesaikan secara damai isu-isu yang berpotensi kontroversial.