Kementerian Perdagangan, Industri, dan Energi Korea Selatan pada Rabu (07/01) mengumumkan Tren Investasi Asing Langsung (FDI) 2025.
Menurut laporan tersebut, nilai FDI ke Korea Selatan pada tahun lalu mencapai 36,05 miliar dolar AS, mencatat rekor tertinggi selama lima tahun berturut-turut sejak 2021.
Sementara itu, nilai investasi yang telah terealisasi mencatat 17,95 miliar dolar AS, naik 16,3% dibandingkan tahun sebelumnya dan menjadi yang tertinggi ketiga dalam sejarah.
Meskipun nilai FDI pada semester pertama tahun lalu sempat turun 14,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, tapi arus investasi kembali bangkit secara signifikan pada semester kedua.
Hal ini didorong oleh masuknya investasi besar-besaran di sektor industri teknologi mutakhir seperti kecerdasan buatan (AI) dan semikonduktor.
Berdasarkan sektor industri, investasi terbesar tercatat pada sektor manufaktur, mencapai 15,77 miliar dolar AS dan meningkat 8,8% dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, sektor jasa mencatat investasi sebesar 19,05 miliar dolar AS, naik 6,8% secara tahunan.
Dari sisi negara asal, investasi dari Amerika Serikat dan Eropa meningkat signifikan. Investasi dari AS tercatat sebesar 9,77 miliar dolar AS, melonjak 86,6%, sementara investasi dari Uni Eropa mencapai 6,92 miliar dolar AS, meningkat 35,7%.
Investasi greenfield untuk pembangunan dan perluasan fasilitas seperti pabrik mencapai 28,59 miliar dolar AS, naik 7,1%, sekaligus mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Kementerian Perdagangan, Industri, dan Energi menyatakan bahwa masuknya investasi berkualitas tinggi di sektor teknologi mutakhir seperti AI dan semikonduktor diharapkan akan memberikan kontribusi besar bagi perkembangan ekonomi dan industri Korea Selatan.
Tahun ini pihaknya akan terus memperluas insentif penanaman modal asing yang dikaitkan dengan pembangunan daerah, serta secara aktif mengidentifikasi dan memperbaiki regulasi yang tidak rasional