Presiden Lee Jae Myung menilai kunjungan kenegaraannya ke China menjadi landasan yang kokoh untuk pemulihan penuh hubungan Korea Selatan dan China.
Dalam rapat dengan para penasihat senior di kantor kepresidenan pada Kamis (08/01), Lee menyatakan bahwa kunjungan tersebut juga telah membuka landasan untuk memperkuat kerja sama di bidang ekonomi dan budaya.
Ia juga menekankan bahwa dalam tatanan internasional yang keras, tidak ada musuh abadi, sekutu abadi, dan aturan abadi. Nasib Korea Selatan bergantung pada diplomasi praktis yang berpusat pada kepentingan nasional.
Selanjutnya Lee menambahkan, pemerintah akan terus memperluas dasar kerja sama dengan negara-negara sekitar melalui diplomasi praktis yang fleksibel dan cermat, sekaligus menjaga kepentingan nasional, memperkuat negara, dan meningkatkan kualitas hidup rakyat.