Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita Korea Selatan diperkirakan mengalami penurunan sepanjang tahun lalu untuk pertama kalinya dalam tiga tahun terakhir. Angka tersebut nyaris menyentuh batas bawah level 36 ribu dolar AS akibat pertumbuhan ekonomi yang lesu dan pelemahan nilai tukar won yang tajam terhadap dolar AS.
Berdasarkan data gabungan dari Kementerian Ekonomi dan Keuangan, Bank Sentral Korea (BOK), serta Kementerian Data dan Statistik Korea Selatan pada Senin (12/01), PDB per kapita Korea Selatan diestimasi berada di angka 36.107 dolar AS untuk tahun lalu. Angka ini turun 0,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, PDB nominal dalam denominasi dolar diperkirakan turun 0,5 persen secara tahunan menjadi 1,86 triliun dolar AS, yang juga menandai penurunan pertama sejak 2022.
Penurunan ini dipicu oleh pertumbuhan ekonomi yang lemah, di mana PDB riil diestimasi hanya sebesar 1 persen, serta rekor tingginya nilai tukar won-dolar AS yang menggerus nilai output dalam mata uang dolar AS. Jika ekonomi tumbuh sesuai proyeksi tahun ini, PDB per kapita Korea Selatan diharapkan kembali ke level 37 ribu dolar AS untuk pertama kalinya dalam lima tahun, dengan estimasi mencapai 37.932 dolar AS jika nilai tukar tetap stabil.
Di sisi lain, Taiwan diperkirakan telah melampaui PDB per kapita Korea Selatan tahun lalu untuk pertama kalinya dalam 22 tahun terakhir. Keberhasilan Taiwan ini didorong oleh pertumbuhan pesat di sektor semikonduktor yang menjadi motor utama ekonomi negara tersebut.