Adik Pemimpin Korea Utara, Kim Yo-jong mendesak pemerintah Korea Selatan untuk memberikan penjelasan terperinci terkait dugaan infiltrasi pesawat tanpa awak (drone) baru-baru ini. Ia mengklaim bahwa drone milik Korea Selatan telah jelas melanggar ruang udara Korea Utara.
Dalam pernyataan yang dirilis pada Minggu (11/01) melalui Kantor Berita Pusat Korea milik Korea Utara, KCNA, Kim Yo-jong menyatakan bahwa isu utamanya bukan mengenai apakah drone tersebut dioperasikan oleh militer atau warga sipil, namun mengenai keharusan adanya penjelasan secara rinci dari Korea Selatan. Ia menambahkan bahwa dirinya secara pribadi mengapresiasi pernyataan Kementerian Pertahanan Korea Selatan yang mengaku tidak berniat memprovokasi Korea Utara, namun ia memperingatkan bahwa provokasi apa pun akan berujung pada "situasi yang mengerikan."
Pernyataan keras tersebut muncul sehari setelah Kementerian Pertahanan Korea Selatan membantah klaim Pyongyang yang menyebut drone Seoul telah menyusup ke wilayah udara Korea Utara pada Minggu (04/01) pekan lalu dan pada September tahun lalu. Pihak kementerian menegaskan tidak ada drone militer yang diterbangkan pada tanggal-tanggal tersebut dan menyatakan akan menyelidiki kemungkinan keterlibatan drone sipil.
Merespons ketegangan ini, Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung telah memerintahkan investigasi gabungan antara militer dan kepolisian untuk memastikan apakah ada pihak sipil yang bertanggung jawab atas penerbangan drone tersebut.