Jumlah anak yang memasuki sekolah dasar (SD) di Korea Selatan tahun ini diperkirakan akan turun di bawah angka 300 ribu untuk pertama kalinya. Fenomena ini semakin mempertegas dampak nyata dari rendahnya angka kelahiran yang berkepanjangan di Korea Selatan.
Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Korea Selatan pada Selasa (13/01), proyeksi pendaftaran siswa kelas satu secara nasional mencapai 298.178 orang tahun ini. Angka tersebut didasarkan pada revisi estimasi populasi siswa untuk periode 2026–2031. Sebelumnya, kementerian memprediksi angka tersebut baru akan jatuh di bawah ambang 300 ribu pada tahun 2027, namun lini masa tersebut dimajukan setahun lebih cepat setelah dilakukan penilaian ulang terhadap data registrasi penduduk dan tren pendaftaran.
Penurunan tajam ini menunjukkan kontraksi yang sangat drastis pada populasi usia sekolah. Sebagai perbandingan, jumlah pendaftaran siswa kelas satu SD pernah melampaui 700 ribu anak pada tahun 1999, namun anjlok menjadi hanya sekitar 324 ribu pada tahun lalu.
Kementerian memproyeksikan tren penurunan ini akan terus berlanjut hingga mencapai kisaran 220 ribu pada tahun 2031, atau sekitar 32 persen lebih rendah dibandingkan level tahun lalu. Sementara itu, total keseluruhan siswa di tingkat SD, SMP, dan SMA di Korea Selatan diperkirakan akan jatuh di bawah angka lima juta orang pada tahun ini.