Sidang pamungkas dalam kasus dugaan pemberontakan yang menjerat Mantan Presiden Korea Selatan, Yoon Suk Yeol kembali dilanjutkan pada Selasa (13/01). Pengadilan Distrik Pusat Seoul membuka persidangan sekitar pukul 09.30 pagi waktu setempat.
Selain Mantan Presiden Yoon, sidang ini juga menghadirkan tujuh mantan pejabat tinggi militer dan kepolisian, termasuk Mantan Menteri Pertahanan, Kim Yong-hyun dan Mantan Komisaris Badan Kepolisian Nasional, Cho Ji-ho. Agenda persidangan dijadwalkan akan melalui serangkaian proses mulai dari peninjauan bukti oleh tim penasihat hukum Yoon, pernyataan penutup serta pengajuan tuntutan hukuman oleh jaksa penuntut khusus, argumen penutup dari pengacara pembela, hingga pernyataan terakhir dari kedelapan terdakwa.
Pengadilan awalnya berencana menutup persidangan pada Jumat (09/01) pekan lalu. Namun, sesi tambahan harus dijadwalkan setelah tim pembela Mantan Menhan Kim menghabiskan waktu hampir delapan jam hanya untuk memeriksa bukti-bukti. Tim hukum Mantan Presiden Yoon juga telah mengindikasikan bahwa mereka akan menghabiskan waktu enam hingga delapan jam untuk argumen penutup mereka pada hari Selasa ini, termasuk peninjauan bukti.
Mengingat Mantan Presiden Yoon masih harus menyampaikan pernyataan terakhirnya di hadapan hakim, persidangan ini diperkirakan akan berlangsung hingga larut malam. Kasus ini menjadi perhatian publik secara luas karena melibatkan jajaran tertinggi mantan pejabat keamanan negara.