Prefektur Shimane di wilayah barat Pulau Honshu, Jepang, mengklaim telah mengamankan 71 dokumen dan peta kuno Jepang yang berkaitan dengan Pulau Dokdo.
Menurut Yomiuri Shimbun pada Rabu (14/01), Prefektur Shimane memperoleh Peta Matsushima yang diperkirakan dibuat pada abad ke-17 hingga ke-18, serta dokumen dari keluarga pedagang Murakawa di Kota Yonago, Prefektur Tottori, dan mempublikasikannya di situs resminya.
Jepang selama ini menyebut Dokdo sebagai Takeshima atau Matsushima.
Yomiuri melaporkan bahwa Peta Matsushima menggambarkan ciri-ciri geografis pulau tersebut, termasuk bentuk pulau, serta mencantumkan jarak dengan Kepulauan Oki yang berada di wilayah Prefektur Shimane.
Prefektur Shimane menjelaskan bahwa peta tersebut pernah dipamerkan di Kota Yonago sekitar tahun 1987, tapi keberadaannya kemudian tidak diketahui secara jelas.
Dokumen keluarga Murakawa diketahui memuat catatan bahwa orang Jepang menangkap singa laut dan abalon di Dokdo dan Ulleungdo.
Pihak Prefektur Shimane mengklaim bahwa dokumen-dokumen tersebut merupakan sumber sejarah penting yang menunjukkan bahwa orang Jepang telah beraktivitas di Takeshima sejak masa lampau.
Prefektur Shimane mengadakan acara Hari Takeshima pada 22 Februari setiap tahun. Melalui bahan sejarah tersebut, prefektur berupaya memperkuat klaim sepihak bahwa Dokdo merupakan wilayah Jepang.
Selama ini pemerintah Jepang mengirim pejabat setingkat wakil menteri ke acara Hari Takeshima dan Perdana Menteri Sanae Takaichi pernah menegaskan dalam pemilihan ketua Partai Demokrat Liberal tahun lalu bahwa seorang menteri yang harus dikirim ke acara tersebut.