Pemerintah Amerika Serikat memperjelas rencana pemberlakuan tarif semikonduktor. Hal ini diperkirakan membuat Korea Selatan akan kembali berunding ke AS untuk mengamankan tarif prefensial yang sebelumnya dijanjikan dalam kesepakatan perdagangan.
Pemerintahan Donald Trump lebih dulu menetapkan kebijakan pembebasan tarif semikonduktor bagi Taiwan, dengan mengaitkannya dengan investasi ke Amerika Serikat, di antara negara-negara produsen semikonduktor utama.
Secara rinci, pemerintah AS memutuskan untuk membebaskan tarif hingga 2,5 kali kapasitas produksi bagi perusahaan Taiwan yang membangun fasilitas produksi semikonduktor baru di AS. Untuk impor yang melebihi batas tersebut, akan diterapkan tarif preferensial.
Untuk perusahaan Taiwan yang telah menyelesaikan pembangunan fasilitas produksi semikonduktor baru di AS, impor hingga 1,5 kali kapasitas produksi baru dapat dilakukan tanpa dikenai tarif.
Ketentuan yang diberikan kepada Taiwan ini dinilai berpotensi menjadi acuan dalam negosiasi antara Korea Selatan dan AS ke depan.
Saat Korea Selatan dan AS mencapai kesepakatan perdagangan tahun lalu, pemerintah AS belum menetapkan rencana tarif semikonduktor secara rinci.
Oleh karena itu, pemerintah Korea Selatan tidak dapat merundingkan ketentuan yang spesifik dan hanya bisa berpegang pada kesepakatan prinsip bahwa Korea tidak akan mendapat hasil yang lebih buruk dari negara lain.
Berdasarkan kesepakatan ini, perusahaan semikonduktor Taiwan akan berinvestasi sebesar 250 miliar dolar di AS, sementara pemerintah Taiwan akan menyediakan jaminan kredit senilai 250 miliar dolar AS.
Sebaliknya, dari total komitmen Korea Selatan sebesar 350 miliar dolar AS, dana senilai 150 miliar dolar AS dialokasikan untuk industri perkapalan, 200 miliar dolar AS merupakan investasi di tingkat pemerintah dan tidak terbatas pada sektor semikonduktor.