Kantor Kepresidenan Korea Selatan menyatakan akan berupaya meminimalisir dampak terhadap bisnis dalam negeri seiring dengan langkah konsultasi yang dilakukan dengan Amerika Serikat (AS). Hal ini merespons dorongan pemerintah Trump untuk memperluas tarif semikonduktor.
Seorang pejabat di Kantor Kepresidenan Korea Selatan menyampaikan komentar tersebut pada Minggu (18/01), dengan merujuk pada lembar fakta bersama yang dirilis kedua negara tahun lalu. Dalam dokumen tersebut, AS sepakat untuk memberikan tarif semikonduktor yang "tidak kurang menguntungkan" dibandingkan tarif yang ditawarkan kepada negara lain yang volume perdagangan cipnya dengan AS setidaknya sebesar Korea Selatan.
Pejabat tersebut mengatakan bahwa Seoul juga akan meninjau secara saksama kesepakatan perdagangan AS-Taiwan pekan lalu. Kesepakatan itu memungkinkan perusahaan Taiwan yang sedang membangun pabrik fabrikasi cip baru di AS untuk mengimpor hingga 2,5 kali kapasitas fase konstruksi mereka secara bebas tarif. Setelah pabrik selesai dibangun, perusahaan diizinkan mengimpor hingga 1,5 kali kapasitas produksi mereka di AS tanpa dikenakan tarif.
Ia menambahkan bahwa pemerintah berencana untuk terus menjaga komunikasi dengan para pemangku kepentingan industri domestik. Sebelumnya, pada Rabu (14/01) minggu lalu, Presiden AS, Donald Trump mengeluarkan proklamasi yang memberlakukan tarif sebesar 25 persen pada cip AI yang diimpor ke AS dan kemudian diekspor kembali ke negara lain.