Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama
Go Top

Internasional

WaPo: Sudah Waktunya untuk Akui Korut Sebagai Negara Kekuatan Nuklir

Write: 2026-01-19 11:36:31Update: 2026-01-19 13:38:05

WaPo: Sudah Waktunya untuk Akui Korut Sebagai Negara Kekuatan Nuklir

Photo : KBS News

Media Amerika Serikat, The Washington Post menyatakan bahwa kini sudah waktunya untuk mengakui Korea Utara sebagai negara kekuatan nuklir. Media tersebut menyarankan agar pembahasan dialihkan pada pembatasan ukuran arsenal Pyongyang ketimbang terus mengupayakan denuklirisasi.

Dalam artikel opini yang diterbitkan pada Minggu (18/01), surat kabar tersebut menyebutkan bahwa denuklirisasi di Semenanjung Korea bukan lagi merupakan sebuah pilihan yang realistis. Korea Utara dinilai telah secara efektif mengamankan statusnya sebagai negara kekuatan nuklir.

Surat kabar tersebut mengestimasi bahwa negara tertutup itu memiliki hingga 50 hulu ledak nuklir yang telah dirakit dalam stok mereka, serta memiliki cukup bahan fisil untuk memproduksi 40 hulu ledak tambahan. Laporan itu juga mengklaim bahwa tidak dicantumkannya Korea Utara dalam Strategi Keamanan Nasional Gedung Putih bulan lalu merupakan sebuah "kelalaian yang disengaja", yang setara dengan pengakuan bahwa Pyongyang adalah kekuatan nuklir.

Surat kabar tersebut menyatakan bahwa dengan mengakui Korea Utara sebagai anggota tetap negara kekuatan nuklir, hal ini akan menandai pergeseran kebijakan yang masif. Namun, mereka juga menambahkan bahwa menerima realita tersebut justru akan membuka pintu negosiasi untuk membatasi jumlah hulu ledak dan rudal.

The Washington Post menulis bahwa bernegosiasi dengan Pyongyang membutuhkan kejujuran dan bahwa "sikap diam tidak lagi berkelanjutan." Jika Washington siap mengubah postur kebijakannya dari denuklirisasi menjadi pembekuan dan pembatasan, hal tersebut harus dinyatakan secara terbuka.

Pilihan Editor

Close

Situs kami menggunakan cookie dan teknologi lainnya untuk memberikan Anda layanan yang lebih baik. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan teknologi ini dan kebijakan kami. Detail >