Bank Sentral Korea (BOK) mengumumkan laporan terkait periode pengangguran pemuda Korea Selatan.
Berdasarkan laporan yang dirilis pada Senin (19/01), periode pengangguran anak muda Korea Selatan semakin panjang.
Pada tahun 2004, 24,1 persen pemuda membutuhkan waktu lebih dari satu tahun untuk mendapatkan pekerjaan pertama. Namun di tahun 2025, persentase tersebut meningkat menjadi 31,3 persen.
Hal tersebut disebabkan kurangnya penerimaan tenaga kerja dan perusahaan ingin merekrut tenaga kerja berpengalaman daripada yang baru lulus kuliah. Hal ini berdampak besar pada upah kalangan muda.
Menurut hasil analisis BOK, jumlah upah riil yang diterima pemuda setelah berhasil mendapat pekerjaan berkurang sebanyak 6,7 persen ketika menganggur selama satu tahun.
Selain itu, perpanjangan periode pengangguran juga berpengaruh negatif pada kestabilan perekrutan tenaga kerja yang mengakibatkan kesempatan memperoleh kerja tetap dalam lima tahun juga menurun.
BOK mengusulkan adanya dukungan finansial untuk perumahan bagi kalangan muda karena biaya perumahan yang tinggi mengganggu pertumbuhan aset kalangan muda.