Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) pada hari Senin (19/01) ditutup di kisaran 4.900 untuk pertama kalinya dalam sejarah, walaupun ada keprihatinan terkait kebijakan tarif dari pemerintahan Trump.
Kenaikan KOSPI berlangsung selama 12 hari berturut-turut, sehingga tercatat menjadi periode kenaikan terpanjang, setelah periode 4-24 September 2019 yang mengalami kenaikan selama 13 hari.
Pada perdagangan Senin, KOSPI ditutup menguat 63,92 poin atau 1,32% dibandingkan hari sebelumnya, menjadi 4.904,66. Hanya tertinggal kenaikan 95 poin untuk menembus level 5.000.
Indeks dibuka di level 4,829.40, turun 11,34 poin atau 0,23% dari perdagangan sebelumnya, dan kemudian sempat melonjak hingga 4.917,37, sehingga mencetak rekor tertinggi perdagangan intraday.
KOSDAQ yang didominasi perusahaan teknologi turut naik 13,77 poin atau 1,44 persen, ditutup di level 968,36.
Nilai tukar mata uang won Korea Selatan melemah terhadap dolar AS sebesar 0,1 won, diperdagangkan pada level 1.473,7 won per dolar AS.