Photo : YONHAP News / Korean Central News Agency
Korea Utara secara terang-terangan memasang spanduk-spanduk besar di fasilitas indoktrinasi utama yang melabeli Korea Selatan sebagai "negara musuh No. 1". Langkah ini dinilai sebagai upaya sistematis untuk menghasut permusuhan di kalangan rakyatnya.
Berdasarkan laporan kantor berita resmi Korea Utara, KCNA pada Senin (19/01), foto-foto tersebut dirilis sebagai bagian dari liputan warga yang mengunjungi Balai Pendidikan Kelas Pusat di Pyongyang. Kunjungan tersebut merupakan rangkaian peringatan hari jadi ke-80 Liga Pemuda Patriotik Sosialis, yang merupakan organisasi kepemudaan terbesar di negara tersebut.
Balai tersebut merupakan fasilitas propaganda yang berfungsi untuk memicu kebencian terhadap Seoul dan Washington di kalangan publik. Foto-foto yang dirilis memperlihatkan barisan tentara berseragam yang sedang mendengarkan pengarahan dari seorang pemandu di dalam aula yang dipenuhi spanduk, foto, serta pesan-pesan tertulis yang menentang Korea Selatan.
Dalam spanduk tersebut tertulis pesan tajam: "Korea Selatan adalah negara musuh No. 1 dan musuh bebuyutan yang tak berubah." Selain itu, Pyongyang menuduh Seoul telah menciptakan "kegilaan konfrontatif" yang bertujuan untuk meruntuhkan kedaulatan Korea Utara dan "mengakhiri rezim" yang berkuasa.
Tindakan ini menyusul kebijakan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un yang semakin agresif dalam mendefinisikan hubungan antar-Korea sebagai hubungan antara dua negara yang bermusuhan, bukan lagi sebagai saudara yang menunggu reunifikasi.