Polisi telah mengungkap dua jaringan kejahatan yang beroperasi dari Kamboja, dan mengidentifikasi lebih dari 150 anggota dalam operasi penindakan besar-besaran.
Kepolisian Gyeonggi Bukbu Utara pada Selasa (20/01) mengatakan bahwa mereka telah mengidentifikasi 157 anggota dari dua organisasi kriminal yang berbasis di Bavet dan Phnom Penh, dan sudah menangkap dan menahan 42 di antaranya.
Dari sisa tersangka, 52 orang telah diserahkan ke jaksa tanpa penahanan, dan 63 orang yang tinggal di luar negeri masih diselidiki.
Menurut polisi, kelompok yang berbasis di Bavet mengoperasikan situs web yang menawarkan paket perjalanan palsu dan akomodasi di Asia Tenggara antara Mei 2024 hingga April 2025. Dari periode ini, 192 orang mendaftar dan menjadi korban dengan total kerugian mencapai 4,6 miliar won.
Kelompok kriminal lain yang beroperasi dari Phnom Penh, dipimpin oleh seseorang asal Korea Selatan, menjalankan operasi phishing sejak April 2024 hingga September 2025, menggunakan skema penipuan platform kencan untuk mencuri 6,4 miliar won dari 147 korban dalam bentuk biaya keanggotaan dan verifikasi.