Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menekankan bahwa Korea Selatan, Jepang dan negara-negara Eropa, merupakan mitra utama yang telah menandatangani kontrak gas dan minyak skala besar dengan AS.
Dalam pidatonya di World Economic Forum pada Rabu (21/01), ia mengatakan bahwa pihaknya telah mencapai kesepakatan bersejarah dengan mitra-mitra yang mencakup 40% dari total perdagangan AS.
Ungkapan Trump itu untuk menegaskan bahwa transaksi energi menjadi bukti keberhasilan kebijakan perdagangan dan penurunan defisit.
Para ahli menganalisis bahwa latar belakang di balik pujiannya terhadap negara-negara sekutu mengandung niat untuk memberikan tekanan investasi di sektor energi.
Sebelumnya, Trump juga menyebut kemungkinan masuknya dana besar dari Korea Selatan dan Jepang ke proyek gas alam Alaska.
Dalam negosiasi tarif antara Korea Selatan dan AS, kedua negara hanya menyepakati investasi komersial senilai 200 miliar dolar AS, tidak termasuk sektor galangan kapal, namun lokasi investasi spesifiknya belum ditetapkan.
Pada akhirnya, Trump berusaha memamerkan pengurangan defisit perdagangan sebagai prestasinya sembari memperkuat tekanannya untuk mengarahkan investasi negara-negara sekutu ke sektor-sektor yang menguntungkan AS.