Cheong Wa Dae mengumumkan bahwa Satuan Tugas Khusus Penanganan Kejahatan Lintas Negara memulangkan secara paksa 73 tersangka warga negara Korea Selatan yang diduga telah menipu warga Korea dengan total kerugian sekitar 48,6 miliar won.
Juru Bicara Kepresidenan, Kang Yu-jung pada Kamis (22/01) menyampaikan bahwa pemulangan tersebut merupakan jumlah terbesar dalam satu kasus kriminal. Pesawat khusus yang membawa tersangka dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Incheon pada Jumat (23/01) pagi.
Prestasi ini merupakan hasil pelacakan jangka panjang oleh tim investigasi yang terdiri dari Badan Intelijen Nasional (NIS), kepolisian setempat, dan satuan tugas khusus Korea di Kamboja yang berhasil menggerebek tujuh lokasi kompleks penipuan.
Diantara tersangka yang di ekstradisi, terdapat pasangan 'romance scam' yang menggunakan teknologi deepfake untuk menyamar sebagai orang lain. Mereka menipu 104 warga dengan total 120 miliar won dan bahkan menjalani operasi plastik untuk mengubah wajah demi menghindari kejaran hukum.
Selain itu, terdapat pula pelaku kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur, pimpinan sindikat investasi bodong yang menyasar pensiunan, serta anggota organisasi yang melakukan pemerasan terhadap keluarga korban di Korea Selatan.
Juru bicara Kang menambahkan bahwa pemerintah akan segera melakukan proses hukum secara tegas setibanya para tersangka di Korea Selatan, serta menelusuri hingga tuntas aset yang disembunyikan untuk menyita seluruh hasil kejahatan.