Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) yang melonjak 75 persen sepanjang tahun lalu dan terus memecahkan rekor tertinggi, hingga akhirnya berhasil menembus level 5.000 pada sesi pagi tanggal 22 Januari.
Pencapaian ini diraih hanya dalam waktu tiga bulan setelah melampaui level 3.500 dan 4.000 pada Oktober tahun lalu.
KOSPI dibuka menguat dan pada pukul 09.30 pagi mencatat rekor intraday di 5.019,54 poin.
Kenaikan ini dipimpin oleh saham berkapitalisasi pasar terbesar, Samsung Electronics dan SK Hynix, yang terus menguat seiring lonjakan harga memori global.
Samsung mencatat harga tertinggi baru di 157.000 won dengan kenaikan sekitar 4 persen, sementara SK Hynix naik lebih dari 3 persen. Hyundai Motor, yang kapitalisasi pasarnya melonjak ke posisi ketiga setelah naik lebih dari 80 persen sejak awal tahun, juga mencatat rekor tertinggi intraday di 590.000 won.
Penguatan pasar saham Korea juga dipengaruhi oleh rebound bursa New York semalam, setelah ketegangan antara Amerika Serikat dan Eropa terkait Greenland mereda menyusul keputusan Presiden Donald Trump untuk menarik kembali rencana penerapan tarif.
Di tengah level tertinggi tersebut, investor individu tetap melakukan aksi beli bersih, sementara investor asing beralih ke posisi jual bersih, sehingga KOSPI bergerak fluktuatif di sekitar level 5.000.
Indeks KOSPI mulai diperdagangkan di 4.987,06, turun 77,13 poin atau 1,57 persen.
Sementara angka perdagangan intraday mencetak rekor baru namun akhirnya ditutup di level 4.952,53, terkoreksi 42,60 poin atau 0,87 persen pada Kamis (22/01).
KOSDAQ yang didominasi perusahaan teknologi menguat 19,06 poin atau 2,00 persen, ditutup di level 970,35.