Perdana Menteri Korea Selatan Kim Min-seok, yang sedang berkunjung ke Washington, D.C., mengadakan jamuan makan siang dengan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat untuk membahas berbagai isu utama, termasuk mempercepat tindak lanjut negosiasi tarif dan pengembangan hubungan bilateral.
Kantor Perdana Menteri melalui siaran pers menyatakan bahwa Perdana Menteri Kim Min-seok bertemu dengan sejumlah tokoh utama DPR AS, termasuk Young Kim, Ami Bera, dan Joe Wilson, pada hari pertama kunjungannya Kamis (22/01).
Kim berharap para anggota parlemen AS memainkan peran penting bagi aliansi Korea Selatan-AS ke depan.
Menanggapi hal tersebut, para anggota parlemen AS menegaskan dukungan bipartisan yang teguh dari Kongres AS terhadap aliansi Korea Selatan-Amerika Serikat. Mereka juga berharap agar kerja sama diberbagai bidang diperkuat, termasuk keamanan ekonomi seperti rantai pasok mineral penting dan kerja sama industri perkapalan, serta agar kerja sama Korea Selatan-AS-Jepang terus diperluas.
Mengenai investasi perusahaan-perusahaan Korea Selatan di AS, para anggota parlemen akan berupaya mendorong pengesahan Undang-Undang Kemitraan Korea yang diajukan oleh Young Kim, guna mempermudah penerbitan visa profesional bagi warga negara Korea Selatan.
Di sisi lain, sejumlah anggota parlemen juga mengajukan pertanyaan terkait respons pemerintah Korea Selatan terhadap kasus kebocoran data pribadi berskala besar di Coupang.
Kim Min-seok menegaskan bahwa tidak ada perlakuan diskriminatif terhadap Coupang, seraya menekankan bahwa hubungan Korea Selatan-Amerika Serikat didasarkan pada tingkat kepercayaan yang tinggi sehingga tidak perlu ada kekhawatiran mengenai perlakuan yang tidak adil.