Kepala Staf Kepresidenan Korea Selatan, Kang Hoon-sik bertolak ke Kanada pada Senin (26/01) sebagai utusan khusus Presiden Lee Jae Myung untuk kerja sama ekonomi strategis. Misi utama kunjungan ini adalah mendukung upaya Korea Selatan dalam memenangkan proyek pengadaan kapal selam skala besar di negara tersebut.
Di Bandara Internasional Incheon, Kang mengungkapkan bahwa persaingan kini telah mengerucut antara Korea Selatan dan Jerman. Ia berjanji akan melakukan segala upaya untuk mengamankan kontrak tersebut.
Menurut Kang, Kanada menjadikan kerja sama industri, termasuk penciptaan lapangan kerja, sebagai kriteria utama selain performa kapal dan harga. Ia berencana menyampaikan komitmen Seoul dalam memperluas kerja sama industri dan keamanan saat bertemu dengan pejabat senior Kanada.
Proyek kapal selam ini diperkirakan akan menghasilkan nilai produksi domestik sedikitnya 40 triliun won, atau sekitar 28 miliar dolar AS. Jika berhasil, kesepakatan ini diprediksi mampu menciptakan lebih dari 20 ribu lapangan kerja di lebih dari 300 perusahaan mitra.
Delegasi utusan khusus ini juga melibatkan Menteri Perindustrian, Kim Jung-kwan, Menteri Administrasi Program Akuisisi Pertahanan (DAPA), Lee Yong-cheol, serta para eksekutif dari Hanwha, HD Hyundai Heavy Industries, dan Hyundai Motor Group.
Usai dari Kanada, Kang dijadwalkan terbang ke Norwegia untuk menjajaki ekspor peluncur roket multipel Chunmoo. Ia menambahkan bahwa sejumlah kesepakatan senjata dan inisiatif kerja sama pertahanan tambahan juga sedang dikerjakan dengan beberapa negara lain, termasuk Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Indonesia, dan Peru.