Nilai ekspor semikonduktor tercatat menyumbang seperempat dari total ekspor Korea Selatan pada tahun lalu.
Badan Bea Cukai Korea pada Senin (26/01) merilis lima kata kunci utama hasil analisis kinerja ekspor-impor tahun 2025. Kata kunci tersebut berupa 700 miliar dolar AS, kebijakan tarif Amerika Serikat, semikonduktor, penguatan daya saing perusahaan K-Korea, serta diversifikasi pasar ekspor.
Pertama, ekspor tahun lalu tercatat meningkat 3,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi 709,4 miliar dolar AS. Angka ini memecahkan rekor tertinggi sepanjang sejarah sekaligus menjadikan Korea Selatan sebagai negara keenam di dunia yang mencapai nilai ekspor 700 miliar dolar AS.
Produk ekspor terbesar adalah semikonduktor, dengan nilai ekspor mencapai 175,3 miliar dolar AS. Angka ini menyumbang 24,7 persen dari total ekspor, sekaligus menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah.
Di posisi berikutnya adalah mobil penumpang dengan nilai ekspor mencapai 68,5 miliar dolar AS. Bersama komoditas utama lainnya, lima produk ekspor teratas tercatat menyumbang lebih dari 50 persen dari total ekspor.
Badan Bea Cukai Korea menilai diversifikasi pasar ekspor sebagai salah satu kata kunci utama tahun lalu, di tengah meningkatnya konsentrasi ekspor pada semikonduktor dan mobil.
Berdasarkan negara tujuan ekspor, China menempati peringkat pertama dengan pangsa pasar 18,4 persen, disusul Amerika Serikat di posisi kedua dengan 17,3 persen. Namun, nilai ekspor ke kedua negara tersebut masing-masing turun 1,7 persen dan 3,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sebaliknya, ekspor ke Uni Eropa, Vietnam, Taiwan, serta kawasan Asia Tenggara lainnya meningkat 12,8 persen secara tahunan, mencatatkan tren kenaikan selama dua tahun berturut-turut.
Badan Bea Cukai menyebut dampak kebijakan tarif AS terhadap baja dan mobil sempat menimbulkan kesulitan, namun berhasil diminimalkan melalui negosiasi perdagangan dan diversifikasi ekspor perusahaan Korea Selatan.