Sentimen bisnis di Korea Selatan mengalami penurunan untuk pertama kalinya dalam tiga bulan terakhir pada Januari 2026. Hal ini dipicu oleh lemahnya performa di sektor jasa dan sektor non-manufaktur lainnya yang menutupi kuatnya angka ekspor manufaktur, terutama yang didorong oleh komoditas semikonduktor.
Berdasarkan data Indeks Sentimen Ekonomi dan Survei Bisnis dari Bank Sentral Korea (BOK) yang dirilis pada Selasa (27/01), Indeks Sentimen Bisnis Gabungan (CBSI) Korea Selatan turun 0,2 poin dari bulan sebelumnya menjadi 94. Angka ini menandai penurunan pertama sejak Oktober 2025 setelah sempat mencatatkan pertumbuhan selama dua bulan berturut-turut.
Sebagai informasi, angka indeks di bawah 100 menunjukkan bahwa jumlah pelaku usaha yang pesimistis lebih banyak dibandingkan mereka yang optimistis.
Secara rinci, CBSI di sektor manufaktur sebenarnya mengalami kenaikan 2,8 poin menjadi 97,5 pada Januari 2025. Namun, capaian positif tersebut berbanding terbalik dengan industri non-manufaktur, termasuk sektor restoran, grosir, dan eceran, yang merosot 2,1 poin ke level 91,7.
Kondisi ini mencerminkan adanya ketimpangan antara sektor ekspor yang sedang bergairah dengan konsumsi domestik yang masih lesu di tengah ketidakpastian ekonomi global serta pengaruh persaingan dagang dengan negara-negara besar seperti China.