Presiden Lee Jae Myung menyatakan bahwa alokasi sumber daya yang terdistorsi akibat konsentrasi berlebihan pada sektor properti harus diperbaiki untuk mencapai pertumbuhan inklusif.
Dalam sambutan saat rapat kabinet di Cheong Wa Dae pada Selasa (27/01), presiden mengatakan bahwa properti baru-baru ini menjadi sumber kontroversi.
Dia mengingatkan bahwa ekspansi berlebihan di sektor properti nonproduktif, secara tak terhindarkan akan menciptakan kendala yang berpotensi memberikan pukulan serius bagi perekonomian nasional.
Presiden juga menegaskan bahwa kebijakan relaksasi selama satu tahun yang menunda penerapan pajak tambahan atas keuntungan modal properti multi-rumah akan berakhir pada 9 Mei, dan akan kadaluwarsa secara otomatis kecuali peraturan pelaksanaannya direvisi.
Lee mengatakan bahwa setelah arah kebijakan ditetapkan, pemerintah tidak boleh terpengaruh oleh fluktuasi kecil atau bereaksi secara emosional terhadap perkembangan jangka pendek, sambil menekankan perlunya mengendalikan ekspektasi yang keliru yang mengejar keuntungan namun merugikan pihak-pihak tertentu.