Polisi terus melanjutkan penyelidikan kasus dugaan kebocoran data pribadi berskala besar di Coupang, yang diperkirakan berdampak pada lebih dari 30 juta akun.
Sekitar sebulan setelah insiden kebocoran data pribadi berskala besar, Coupang merilis hasil penyelidikan internal dengan menyatakan telah mengamankan laptop milik mantan karyawan asal China yang diduga terlibat dalam kebocoran informasi tersebut.
Pelaku disebutkan telah mengakses 33 juta data pelanggan, namun data yang benar-benar disimpan hanya sekitar 3.000 akun. Selain itu, dijelaskan bahwa tidak ada pengiriman data ke pihak luar, dan seluruh data tersebut telah dihapus.
Namun pemerintah membantah pernyataan dari pihak Coupang. Tim investigasi pemerintah menemukan bahwa lebih dari 33 juta data, termasuk nama dan alamat email, telah bocor. Sebulan setelah pemeriksaan, pada Senin (26/01), polisi kembali menegaskan bahwa lebih dari 30 juta akun telah mengalami kebocoran data.
Polisi juga terus meminta kehadiran CEO Coupang, Rogers, untuk dimintai keterangan terkait dugaan bahwa Coupang secara sengaja mengecilkan skala kebocoran data dalam pengumuman resminya.
Polisi menyatakan bahwa CEO Coupang, Rogers, telah dua kali mangkir dari panggilan yaitu pada 5 dan 14 Januari. Apabila ia kembali tidak memenuhi panggilan ketiga, maka permohonan surat perintah penangkapan akan diajukan.