Tim investigasi gabungan militer dan kepolisian yang menyelidiki dugaan pengiriman drone sipil ke Korea Utara kembali memanggil seorang mahasiswa pascasarjana yang mengklaim telah menerbangkan drone untuk pemeriksaan ketiga.
Tim penyidik pada Selasa (27/01) menyatakan telah memulai pemeriksaan terhadap tersangka utama bermarga Oh, atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Keselamatan Penerbangan. Oh sebelumnya mengatakan kepada media lokal bahwa ia tiga kali menerbangkan drone untuk memverifikasi tingkat radiasi di fasilitas uranium di Korea Utara.
Tim penyidik juga memanggil kolega Oh, seorang eksekutif perusahaan drone bermarga Kim.
Penyelidikan terkait drone tersebut kini diperluas untuk mencakup dugaan bahwa Oh menerima pendanaan dari Komando Intelijen Pertahanan Korea Selatan (KDIC) setelah ia ditunjuk sebagai mitra kerja sama dalam operasi manuver.
Sebelumnya, Oh, serta tersangka lain bermarga Jang yang dituduh memproduksi drone, masing-masing telah diperiksa dua kali.