Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) pada Selasa (27/01) melonjak hampir 3 persen dan kembali menembus level 5.000, meskipun Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan mengembalikan tarif atas produk Korea Selatan ke tingkat sebelum kesepakatan perdagangan bilateral.
Pada sesi perdagangan Selasa, indeks KOSPI menguat 135,26 poin atau 2,73 persen dibandingkan angka penutupan sebelumnya, ke level 5.084,85.
KOSPI untuk pertama kalinya menembus 5.000 poin saat penutupan perdagangan, sekaligus mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah, serta melampaui rekor tertinggi intraday yang tercatat sehari sebelumnya di level 5.023,76.
KOSDAQ yang didominasi saham teknologi turut naik 18,18 poin atau 1,71 persen, ditutup di level 1.082,59.
Di pasar valuta asing, nilai tukar mata uang melemah 5,6 won terhadap dolar AS, mengakhiri perdagangan hari ini pada angka 1.446,2 won per dolar.