Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), JD Vance dilaporkan telah memberikan peringatan keras kepada Korea Selatan agar tidak menyasar raksasa e-commerce Coupang serta perusahaan teknologi AS lainnya. Peringatan tersebut disampaikan dalam pertemuan baru-baru ini dengan Perdana Menteri Korea Selatan, Kim Min-seok.
Sejumlah sumber mengungkapkan kepada Wall Street Journal dalam laporan yang diterbitkan pada Selasa (27/01) bahwa Vance memperingatkan Kim untuk tidak menjatuhkan penalti terhadap Coupang dan firma teknologi AS lainnya saat keduanya bertemu di Washington pekan lalu.
Dalam laporan tersebut, Vance juga menyampaikan kepada Kim bahwa AS mengharapkan adanya pelonggaran yang berarti dari pemerintah Korea Selatan terkait perlakuan terhadap perusahaan teknologi seperti Coupang.
Surat kabar tersebut mencatat bahwa percakapan tersebut terjadi hanya beberapa hari sebelum ketegangan perdagangan antara kedua negara mencapai puncaknya.
Pada Senin (26/01), Presiden AS, Donald Trump menyatakan melalui platform Truth Social bahwa ia akan menaikkan tarif pada produk-produk Korea Selatan, termasuk otomotif, dari 15 persen menjadi 25 persen. Trump melontarkan kritik tajam atas penundaan pengesahan undang-undang di Majelis Nasional Korea Selatan yang diperlukan untuk merealisasikan janji investasi Seoul di AS sesuai dengan perjanjian perdagangan bilateral kedua sekutu tersebut.