Wakil Perdana Menteri selaku Menteri Keuangan dan Ekonomi, Koo Yun-cheol, menyatakan bahwa pemerintah akan membuka era "Korea Premium" melalui peningkatan daya saing industri dan penguatan struktur pasar modal, dalam Rapat Perluasan Makroekonomi dan Keuangan pada Kamis (29/01).
Koo menjelaskan bahwa untuk mengaktifkan pasar KOSDAQ, pemerintah akan merevisi Peraturan Pelaksana Undang-Undang Pembatasan Pajak Khusus pada bulan Februari supaya memperluas manfaat pengurangan pajak atas pendapatan dana ventura, serta meningkatkan kepercayaan investor dengan mempercepat proses keluarnya perusahaan bermasalah dari pasar.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah akan berupaya untuk dimasukkan ke dalam Indeks Pasar Berkembang MSCI dan berencana untuk mengimplementasikan inklusi ke dalam Indeks Obligasi Pemerintah Dunia (WGBI) dengan lancar, yang akan dimulai pada bulan April.
Pemerintah juga berencana secara aktif mendorong revisi undang-undang perpajakan dalam Sidang Paripurna Sementara Majelis Nasional bulan Februari guna memperkenalkan produk keuangan yang menjadi sasaran dukungan pajak, seperti Dana Pertumbuhan Nasional dan Business Development Companies (BDC).
Selain itu, pemerintah akan segera memperbaiki regulasi asimetris yang selama ini diberlakukan terhadap ETF domestik.
Para peserta sepakat bahwa meskipun pasar saham domestik dan imbal hasil obligasi pemerintah Korea Selatan menunjukkan tren stabil, ketidakpastian eksternal seperti kekhawatiran penutupan pemerintahan AS serta risiko geopolitik masih tetap ada.
Oleh karena itu, mereka berkomitmen untuk memantau perkembangan pasar secara ketat melalui sistem pemantauan 24 jam.