Proyek eksplorasi bulan berawak Amerika Serikat, 'Artemis II' yang membawa satelit kubus (cubesat) Korea Selatan untuk pengukuran radiasi antariksa akan mencoba peluncuran pertama bulan depan.
Badan Antariksa Korea (KASA) pada Kamis (29/01) mengumumkan bahwa Artemis II yang membawa satelit kubus Korea K-RadCube dijadwalkan diluncurkan pada 6 Februari dari Kennedy Space Center di Florida, Amerika Serikat.
Periode peluncuran direncanakan berlangsung pada 6-11 Februari, 6-11 Maret, dan 1-6 April.
Satelit ini berukuran 12 unit dengan berat 19 kg, dan akan melewati ketinggian lebih dari 1.000 km di sekitar Bumi untuk mengukur radiasi ruang angkasa serta menganalisis dampaknya terhadap astronot.
Selain itu, semikonduktor generasi baru, modul multi-chip, dan cip memori juga dipasang pada satelit tersebut untuk melakukan eksperimen 'adaptasi radiasi'.
Artemis II yang merupakan misi penjelajahan bulan berawak pertama AS sejak program Apollo akan membawa empat orang kru untuk mengorbit bulan untuk menguji kemampuan penerbangan berawak.