CEO Interim Coupang Korea, Harold Rogers yang diduga menghilangkan barang bukti melalui penyelidikan internal pasca kebocoran data berskala besar datang ke kantor polisi untuk diperiksa pada hari Jumat (30/01) pukul 14.00.
Satuan Tugas Investigasi Coupang di Kepolisian Seoul memanggil Rogers sebagai tersangka atas dugaan menghalangi penyelidikan. Rogers menyatakan bahwa Coupang akan kooperatif dengan penyelidikan kepolisian.
Namun pihak kepolisian menilai ada kemungkinan bahwa Coupang telah menghambat penyelidikan dan menghilangkan sebagian barang bukti melalui proses penyelidikan internal.
Polisi berencana menyelidiki secara intensif mengenai dugaan pihak Coupang menghubungi pihak terkait di China, atau mengambil kembali laptop tanpa sepengetahuan aparat penegak hukum untuk melakukan analisis forensik.
Coupang mengklaim bahwa data yang bocor berjumlah sekitar 3.000 data sementara kepolisian menduga jumlah sebenarnya mencapai sekitar 30 juta data.
Oleh sebab itu, muncul kecurigaan adanya upaya mengecilkan skala kebocoran data pribadi.
Pemanggilan kepolisian kali ini terlaksana setelah Rogers mengabaikan dua panggilan sebelumnya dengan alasan perjalanan dinas ke luar negeri.
Mengingat pemeriksaan dilakukan melalui penerjemah, prosesnya diperkirakan akan memakan waktu lama.
Pihak kepolisian juga diperkirakan akan meminta pemanggilan kedua bagi Rogers, tergantung pada perkembangan penyelidikan.