Menteri Perindustrian, Perdagangan, dan Sumber Daya Korea Selatan, Kim Jung-kwan menyatakan bahwa kesepahaman antara Korea Selatan dan Amerika Serikat (AS) telah meningkat dan sejumlah "kesalahpahaman yang tidak perlu" telah berhasil diselesaikan.
Hal ini disampaikan pasca-pertemuan dengan Sekretaris Perdagangan AS, Howard Lutnick terkait ancaman kenaikan tarif terbaru dari Washington.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Kim kepada awak media di Bandara Internasional Incheon pada Sabtu (31/01) setibanya dari kunjungan dinas ke AS.
Dalam pertemuan tersebut, Kim menegaskan bahwa Seoul sama sekali tidak memiliki niat untuk menunda atau gagal dalam melaksanakan perjanjian tarif yang telah disepakati.
Kim mengungkapkan bahwa pejabat AS sempat menyatakan kekecewaannya karena parlemen Korea Selatan belum menyetujui rancangan undang-undang terkait janji investasi Seoul di AS. Padahal, Washington telah menurunkan tarif timbal balik dan tarif otomotif pada tahun lalu.
Menanggapi hal itu, Kim menjelaskan bahwa penundaan tersebut murni disebabkan oleh jadwal legislatif domestik yang padat.
Menteri Kim juga mencatat bahwa AS sebenarnya telah memulai proses kenaikan tarif dan sedang bersiap untuk memublikasikan langkah-langkah tersebut dalam Federal Register. Namun, ia menekankan bahwa diskusi internal lebih lanjut serta konferensi video telah dijadwalkan sebelum keputusan akhir diambil.
Selain itu, ia membantah spekulasi yang mengaitkan isu tarif ini dengan penyelidikan pelanggaran data Coupang atau diskusi mengenai regulasi perdagangan digital. Kim menegaskan bahwa topik-topik tersebut sama sekali tidak dibahas dalam pertemuan.
Pertemuan antara Kim dan Lutnick di Washington berlangsung selama lebih dari satu jam pada Rabu (28/01) lalu, yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi tambahan selama dua jam pada hari berikutnya.