Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung melontarkan kritik keras terhadap pihak-pihak yang dinilainya membela spekulasi real estat yang membawa dampak buruk serta menggunakan narasi politik "adu domba".
Melalui unggahan di media sosial pada Senin (02/02), Presiden Lee membagikan sebuah artikel yang memuat kritik dari Juru Bicara Partai Kekuatan Rakyat (PPP), Choi Bo-yun terhadap upaya pemerintah dalam meningkatkan pasokan perumahan.
Dalam pernyataan yang dirilis sehari sebelumnya, Choi menuduh pemerintah telah menghalangi solusi-solusi yang diperlukan dan hanya mengandalkan pemanfaatan lahan kosong yang tersisa. Hal tersebut dinilai secara efektif memaksa masyarakat untuk menerima perumahan apa pun yang disediakan oleh negara.
Menanggapi hal tersebut, Presiden Lee juga menyertakan sebuah laporan yang menunjukkan bahwa sebuah rumah di kawasan elit Seoul bagian selatan telah menurunkan harga penawarannya sebesar kurang lebih 400 juta won atau sekitar 300 ribu dolar AS.
Sepanjang akhir pekan lalu, Presiden Lee terpantau berulang kali mengunggah pernyataan terkait isu real estat melalui media sosial sebagai bagian dari upaya komunikasinya kepada publik mengenai kebijakan perumahan nasional.