Pemerintah Rusia menyatakan akan mempertimbangkan apakah Korea Selatan menghormati "garis merah" terkait pasokan senjata ke Ukraina dalam menentukan arah hubungan bilateral kedua negara di masa depan.
Melalui situs resminya pada Senin (02/02), Kementerian Luar Negeri Rusia menegaskan bahwa mereka akan merumuskan kebijakan terhadap Korea Selatan berdasarkan kepentingan nasional Rusia.
Pihak kementerian menekankan bahwa keputusan tersebut akan sangat bergantung pada apakah Korea Selatan bersedia untuk tidak mengikuti kampanye sanksi anti-Rusia yang digalang Barat, serta mematuhi "garis merah" Rusia mengenai pengiriman senjata mematikan ke Ukraina.
Rusia menambahkan bahwa hubungan bilateral antara Seoul dan Moskow telah mengalami penurunan signifikan akibat tindakan-tindakan tidak bersahabat yang dilakukan oleh pemerintahan Korea Selatan sebelumnya.
Selain itu, kementerian tersebut mencatat bahwa meskipun administrasi Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung telah menyatakan kesediaan untuk melanjutkan dialog politik serta menormalisasi hubungan perdagangan dan ekonomi, langkah konkret akan bergantung pada terciptanya kondisi eksternal yang mendukung, termasuk penyelesaian situasi di Ukraina.
Hubungan antara Korea Selatan dan Rusia terus memburuk sejak Seoul bergabung dengan sanksi Barat menyusul "operasi militer khusus" Rusia di Ukraina pada Februari 2022. Sebagai respons, Moskow telah menetapkan Korea Selatan sebagai negara yang tidak bersahabat.